Benarkah ASI Miliki Manfaat Kesehatan untuk Orang Dewasa? ini penjelasannya!

 


Anda tentu sudah tahu kalau ASI merupakan sumber makanan terbaik untuk bagi bayi baru lahir hingga usia enam bulan. Tapi, beberapa tahun ini, ada saja yang mengklaim manfaat ASI untuk kesehatan orang dewasa. Benarkah begitu?

Seperti dilansir dari laman Fox News, Senin (25/2), Tamera Mowry-Housley merupakan salah satu tokoh yang meyakini khasiat ASI bagi orang dewasa. Aktris asal Amerika Serikat itu mengonsumsi ASI saudara kembarnya, Tia Mowry-Hardrict.

Tia mendonorkan ASI-nya untuk membantu pemulihan Tamera yang jatuh sakit baru-baru ini. Tamera disebutkan menderita radang paru-paru, flu, dan pneumonia.

Tia menulis di Instagram bahwa dia mengirimkan air susunya untuk saudara perempuannya setelah dia membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa ASI memiliki sifat penyembuhan. Menurut Tamera, mengonsumsi ASI saudara kembarnya adalah hal luar biasa.

“ASI Anda adalah susu terbaik yang pernah saya coba dalam hidup saya. Ya Tuhan."

Selain Tamera, dalam beberapa tahun terakhir, beberapa binaragawan pria beralih ke ASI sebagai suplemen. Hal ini dilaporkan oleh Today.com.

Namun, para ahli telah memperingatkan orang dewasa dari kepercayaannya terhadap khasiat minum ASI. "Intinya, ide orang dewasa menggunakan ASI untuk manfaat kesehatan dijalankan tanpa dibuktikan oleh sains," ahli gizi, Elisa Zied, mengatakan kepada Today.com

Senada dengan Elisa, dr Sarah Steele, dari Queen Mary University of London, mengatakan kepada CBS News bahwa, “ASI manusia tidak memberikan manfaat nutrisi yang disebut-sebut di dunia maya.”

Sarah menjelaskan, ASI memiliki sejuta manfaat buat bayi, namun tidak demikian untuk orang dewasa. Buat orang dewasa, nutrisi ASI malah tak lebih baik daripada susu sapi.

"Kandungan protein di ASI lebih sedikit ketimbang susu lain, seperti susu sapi," ungkapnya.

Sarah juga mengatakan komposisi ASI berubah seiring dengan pertumbuhan bayi. Alhasil, kandungannya juga akan selalu berbeda.

Di samping itu, Sarah mengingatkan kandungan ASI dipengaruhi pula oleh apa yang dikonsumsi perempuan yang menghasilkannya. "Obat resep dokter, narkoba, alkohol, dan makanan akan terbawa ke dalam ASI," ujarnya.

Sementara itu, CBS News beberapa tahun lalu pernah melaporkan penelitian yang mengungkap ASI yang dijual secara daring ternyata dicampur dengan susu sapi. Selain itu, penelitian lain juga mengingatkan bahaya ketidakaslian ASI, seperti risiko kontaminasi bakteri berbahaya, termasuk salmonella.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel