Sosok Kepala Dinas yang Diduga Jadikan Janda Pelampisan Nafsu Seks, Ternyata Jarang Ngantor

 


Sosok pejabat di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) yang dilaporkan menjadikan janda budak nafsu ternyata bukan orang sembarangan.

Rupanya jabatan yang diembannya oknum pejabat ini cukup mentereng di Pemprov Sumut.

Hanya saja, akhir-akhir ini, ia dikabarkan jarang masuk kantor.
Dilansir TribunnewsBogor.com dari TribunMedan.com Sabtu (12/9/2020), pejabat berinisial S di Pemprov Sumut ini dilaporkan oleh janda berinisial DS di Polda Sumut.

Si janda melaporkan atas perbuatan sang pejabat yang telah memperlakukan dirinya sebagai obyek seks.
DS menuding bahwa pejabat S itu tak menepati janji untuk menikahi sang janda.

Padahal dirinya sudah rela memberikan layanan seksual setiap kali diminta.

Ia pun merasa selama ini hanya dijadikan budak nafsu sang pejabat.

Mengapa tidak, ia harus mau melayani pejabat S di manapun dan kapan pun ia memintanya.

Ia bahkan sempat melayani hubungan intim dengan sang pejabat di dalam mobil.

Tak cukup di situ, jika sang pejabat mau, ia harus siap melakukan video call sambil telanjang.

Hal itu bahkan dilakukan saat sang pejabat ada di kantornya.

Sebelum dirinya melaporkan pejabat S ke Polda Sumut, rupanya ia lebih dulu dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik.
Sebab, ia menagih janji sang pejabat S melalui akun Facebook.

Anehnya, setelah melaporkan sang janda, pejabat S masih beberapa kali berhubungan intim dengan DS.

Hal itulah yang membuat DS merasa muak.

Berikut ini sosok pejabat S yang dilaporkan janda DS ke polisi.

Pejabat berinisial S itu disebut menjabat sebagai kepala dinas.

Selama ini dia jarang masuk kantor.

DS melaporkan S atas kasus pidana Undang-undang ITE tentang Perbuatan Porno (asusila) melalui media sosial (medsos).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel